in

Embung Lambadeuk Aceh

Hai Brader and Sister,

Kali ini kami akan memberi informasi tentang tempat wisata Embung Lambadeuk Aceh yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banda Aceh.

Embung Lambadeuk 

Kata orang hidden paradise adalah tempat-tempat yang jauh dari keramaian. Tersembunyi dari perhatian orang dan yang paling penting memiliki keindahan layaknya “surga”. Jika demikian, tempat seperti itu jarang sekali ditemukan di daerah perkotaan, apalagi Kota Banda Aceh yang kian padat. Kecuali, Brader and Sister mau keluar sejenak hingga di tapal batas. Lalu saya tersenyum saat membayangkan semua itu di atas bukit kecil. Tersenyum saat menyaksikan Kota Banda Aceh nun jauh di sana dengan segala aktivitasnya. Sementara saya duduk di sini, mengintip Si Kuta Raja dari sebuah desa kecil bernama Lambadeuk. Desa kecil yang kian menawan meskipun 12 tahun lalu hancur disapu gelombang tsunami.

Mengunjungi Lambadeuk adalah cara saya untuk keluar dari rutinitas yang menjenuhkan. Karena tempat ini, dengan segala pesonanya adalah tempat yang menarik untuk menenangkan pikiran. Saat bencana gempa dan tsunami dulu, Lambadeuk adalah salah satu daerah yang paling parah dihantam gelombang laut tersebut. Karena secara geografis Lambadeuk memang berada di daerah pesisir. Ketinggian tempat ini pun hanya 7 meter di atas permukaan laut. Dengan landscape demikian, maka di sebagian masyarakat Lambadeuk bermata pencarian sebagai nelayan. Mereka juga membangun tambak-tambak di sepanjang pesisir.

Tapi uniknya, Lambadeuk juga memiliki perbukitan yang diselimuti rimbunan pohon. Kokoh berdiri bak dinding hijau yang memagari Lambadeuk. Barisan bukit ini menjulur panjang hingga bearakhir di tepi pantai. Sementara di bawahnya terhampar luas persawahan penduduk. Maka di Lambadeuk, kita bisa menyaksikan kawasan tambak dan sawah yang berdampingan.

Jarak Lambadeuk dengan Kota Banda Aceh memang lumayan jauh yaitu 15 KM atau  sekitar 15 menit jika kita pergi dengan naik sepeda motor. Tapi saya, punya cara sendiri menuju Lambadeuk yaitu dengan bersepeda. Cara ini jauh lebih mengasyikkan dibanding menempuhnya dengan sepeda motor. Pagi sekali saya berangkat dari Kota Banda Aceh menuju desa yang menawan ini. Jika hari minggu, masyarakat Kota Banda Aceh memang ramai bersepeda. Tapi tak banyak yang rela berlelah-lelahan hingga ke Lambadeuk. Biasanya, dari pusat kota para pesepeda hanya berhenti sampai kawasan Ulee Lheue. Tapi tidak dengan saya, begitu sampai di depan Masjid Baiturrahim Ulee lheue saya berbelok ke kiri lalu terus menuju Lambadeuk.

Hal yang paling menyenangkan bersepeda di Lambadeuk adalah saat kita bisa menyaksikan dua pemandangan kontras tadi sekaligus, yaitu tambak-tambak masyarakat hingga ke bibir pantai dan hamparan persawahan yang berbatasan langsung dengan perbukitan yang rimbun. Dua sisi yang berbeda ini dibatasi oleh jalan aspal yang mulus. Kontras namun harmonis.

Di atas aspal itulah Brader and Sister bisa merasakan sensasi yang berbeda. Jika sudah sampai di sini, saya sengaja melambatkan kayuhan sepeda. Membiarkan angin membelai lembut tubuh saya yang telah basah bermandikan keringat.

Perjalanan dengan sepeda ini akan berakhir di Embung Lambadeuk, yaitu sebuah waduk besar yang berfungsi untuk mengairi 100 hektaer sawah serta tambak penduduk. Ada empat desa yang mendapatkan aliran dari waduk yang mampu menampung 150.000 kubik air ini yaitu Lambadeuk, Lamguron, Lambaro dan Lampageu.

Posisi Embung Lambadeuk berada di atas ketinggian. Saya pun harus memapah sepeda untuk sampai di atasnya. Maka berada di sini, kita bisa menyaksikan hamparan persawahan serta pertambakan Lambadeuk. Lalu, bila kita melempar pandangan lebih jauh lagi. Brader and Sister seolah sedang mengintip Kota Banda Aceh yang tampak sibuk dengan urusannya sendiri.

Posisi Embung Lambadeuk ini juga bersinggungan dengan bukit. Maka suasana di sini juga terasa sangat sejuk. Tenang karena jauh dari hingar-bingar kendaraan bermotor. Satu-satu suara yang memecah kesunyian adalah suara deru air waduk yang jatuh lalu mengalir ke sawah-sawah penduduk. Bagi saya, inilah saat-saat yang menyenangkan. Duduk terdiam menikmati keindahan Lambadeuk, yang tanpa sadar menguraikan  segala penat selama menganyuh sepeda menuju desa kecil ini. Seluas apapun memandang yang hadir tetaplah sebuah ketenangan.

Dan itu adalah informasi tentang tempat wisata Embung Lambadeuk Aceh yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banda Aceh.

Pucok Krueng Aceh

Air Terjun Alue Meuh Aceh