in

Tempat Wisata Pegunungan Di Banjarmasin

Hai Brader and Sister,

kali ini kami akan memberikan informasi tentang Tempat Wisata Pegunungan Di Banjarmasin yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banjarmasin.

1. Bukit Rimpi Pelaihari 

Bukit Rimpi merupakan sebuah perbukitan yang ditumbuhi oleh padang savana hijau yang dihiasi oleh hamparan rumput dengan pemandangannya yang sangat elok. Bukit cantik ini lebih dikenal dengan sebutan Bukit Teletubies karena gundukan bukitnya yang menjulang seperti layaknya di film Teletubies. Terletak di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, akses menuju lokasi bukit ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Pelaihari dan sekitar 2 jam apabila ditempuh dari Kota Banjarmasin.

Mengunjungi bukit yang hijau nan asri ini, pengunjung akan dibuat terkagum-kagum oleh keindahan panorama di sekitarnya yang serasa berada di New Zealand. Tak jarang, gerombolan hewan ternak pun terlihat di sekitar kawasan bukit sedang mencari makanan. Perpaduan bukit hijau dan hewan ternak di sekitar bukit semakin menambah keindahan Bukit Rimpi ini. Bukit Rimpi juga merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati panorama keindahan matahari terbit di pagi hari.

Akses Menuju Lokasi Wisata
Akses untuk menuju Bukit Rimpi atau Bukit Teletubbies, pengunjung dapat memulai perjalanannya dari Kota Banjarmasin dengan tujuan ke Kota Pelaihari. Jarak dari Banjarmasin ke Pelaihari adalah sekitar 65 km, dan dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian arahkan kendaraan Anda menuju ke arah Tanah Bumbu, tak lama kemudian yakni sekitar 7-8 km nantinya akan melihat Desa Tampang. Kondisi jalan menuju lokasi bukit cukup bagus, beraspal halus meskipun di beberapa titiknya kadang berlubang. Papan penunjuk dan spanduk yang bertuliskan “Parkiran Bukit Rimpi”, akan terlihat di kanan jalan dan menunjukkan bahwa letak bukitnya berada di sebelah kanan jalan. Bagi yang masih ragu setelah berkendara sekitar 7m dari Kota Pelaihari, sering-seringlah bertanya kepada penduduk setempat di mana lokasi Bukit Rimpi. Sesampainya di lokasi, Anda dapat langsung memarkirkan kendaraan di laham parkir yang telah disediakan. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 200 m ke kaki bukitnya untuk menuju lokasi utama bukit ini.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Pengunjung akan dikenakan bayaran tiket masuk sebesar 10.000 rupiah sudah beserta dengan biaya parkir kendaraan. Untuk parkir kendaraan roda dua, tarif parkirnya sebesar 5.000 rupiah sedangkan untuk kendaraan roda empat dienakan tarif sebesar 10.000 rupiah

Fasilitas
Terdapat beberapa fasilitas penunjang bagi para pengunjungnya seperti warung makan, lahan parkir dan toilet di sekitar lahan area parkir warga setempat. Pengunjung sebaiknya membawa bekal makanan terutama minuman, untuk kebutuhan selama menjelajahi hamparan Bukit Rimpi.

2. Bukit Langgara 

Loksado dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi primadona bagi para wisatawan tidak hanya lokal tapi juga mancanegara. Kecamatan yang berada di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini menawarkan berbagai macam keindahan alam yang tersembunyi di Pegunungan Meratus dan juga keragaman budaya lokal yaitu kebudayaan suku Dayak Meratus. Banyak tempat untuk menikmati alam Pegunungan Meratus. Salah satu tempat untuk melihat keindahan alam yang terdapat di Loksado adalah dari Bukit Langara.

Bukit Langara merupakan sebuah bukit berbatu yang terletak sekitar 10 km dari Kandangan yang merupakan ibukota dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan atau 160 km dari Kota Banjarmasin. Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman berkesempatan untuk mengunjungi tempat ini. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam lebih dari Banjarmasin akhirnya kami tiba di Desa Lumpagi, Loksado. Ternyata untuk sampai ke atas bukit perlu sedikit perjuangan. Kami harus berjalan selama sekitar 30 menit melewati jalan setapak yang merupakan satu-satunya akses menuju atas bukit. Perjalanan menuju puncak bukit awalnya tidaklah sulit, setelah melewati jalan kampung kemudian menyeberang jembatan kami tiba di sebuah hutan jati. Dari sinilah kami harus mulai mendaki, pendakian menjadi sedikit sulit karena jalan yang kami ambil cukup curam dan juga licin. Untungnya ada bambu-bambu yang dipasang melintang untuk membantu berpegangan. Pendakian ini memakan waktu sekitar 20 menit hingga akhirnya kami tiba di puncak bukit yang dipenuhi bebatuan. Bebatuan yang mendominasi puncak bukit membuat kami harus berhati-hati dalam melangkah. Walau begitu bebatuan tersebut juga menjadi daya tarik bagi bukit ini.

Dari atas bukit ini kami bisa melihat sebagian kecil pemandangan alam Pegunungan Meratus yang membentang sepanjang ±600 km². Sungai Amandit yang membelah hutan tampak begitu indahnya sehingga menjadi pelepas penat setelah perjalanan yang cukup melelahka. Hutan yang sebagian besar masih alami menyihir setiap mata yang memandangnya. Selain itu pemandangan Bukit Ketawang juga menambah keindahan panorama alam yang bisa dilihat dari Bukit Langara ini. Bukit berbatu tersebut tampak hijau oleh pepohonan yang menyelimutinya serta masih terjaga kealamiannya.

Setelah puas mengabadikan berbagai momen di atas bukit kami pun bergegas turun. Perjalanan turun tidak ada kendala yang berarti walau kami harus tetap berhati-hati karena licinnya tanah. Setelah berisirahat sejenak di hutan jati, kami sepakat untuk membersihkan badan dengan mandi di Sungai Amandit. Kami kembali berjalan melewati jembatan gantung, jembatan bergoyang ke kiri dan ke kanan ketika kami berjalan diatasnya agak mengerikan tapi juga menyenangkan.
Setelah menemukan lokasi yang sekiranya nyaman untuk mandi, kami pun segera menaruh tas dan melepas baju serta celana, tanpa menunggu komando kami langsung terjun ke sungai. Air sungai begitu dingin dan menyegarkan membuat kami merasa bersemangat kembali. Pemandangan dari sungai pun tak kalah indahnya. Kami bisa melihat jembatan gantung yang kami lewati sebelumnya tampak mencolok menghiasi Sungai Amandit. Di sisi lain kami dapat melihat buki-bukit yang menjulang tinggi dan hijaunya pepohonan.
Saat mandi kami melihat anak-anak yang merupakan penduduk desa asik mandi sambil meloncat dari atas jembatan. Yang menarik buat kami adalah ketika ada sekelompok anak yang asik rafting mengunakan ban dalam ukuran besar. Satu ban tersebut bisa memuat beberapa buah orang. Kami pun penasaran dan ingin mencobanya. Kemudian kami menyewa satu ban dari salah satu anak pemilik ban tersebut dan mencobanya. Saya dan kedua teman saya mendapat giliran pertama, agak mengerikan juga ketika ban yang kami “tumpangi” mendekati jeram yang sebenarnya tidaklah deras. Setelah ban kami sampai di jeram kami pun tidak kuasa untuk tidak berteriak sambil merasakan sensasi rafting diatas Sungai Amandit. Sensasi itu berlangsung singkat karena kami hanya melewati satu jeram saja yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat kami mandi. Kami kemudian menepi dan berjalan kembali ke lokasi mandi dan memberikan ban ke teman lainnya yang juga ingin merasakan sensasi yang sama.
Selesai berarumjeram kami memutuskan untuk menyudahi acara bersih-bersih dan kembali ke tempat parkir mobil. Saat menunggu teman yang sedang berpakaian saya melihat seorang bapak membawa bambu yang dijadikan rakit menyusuri aliran sungai. Rakit bambu tersebut dengan cepat melewati kami, menerjang jeram dan kemudian hilang dari pandangan. Sebuah momen yang sangat menarik bagi saya. Setelah semuanya beres kami kembali berjalan menuju mobil yang telah menunggu untuk membawa kami kembali ke Banjarmasin.
Dan itu adalah informasi tentang Tempat Wisata Pegunungan Di Banjarmasin yang wajib dikunjungi jika sedang berlibur di Banjarmasin.

Rekomendasi Tempat Wisata Di Belitung

Tempat Wisata Di Manggar Belitung Timur