Wisata Banyuwangi Ala Backpacker

Hi Brader and Sister,

Kali ini kami akan memberikan informasi tentang Wisata Banyuwangi Ala Backpacker yang wajib Brader and Sister kunjugi jika sedang berlibur di Banyuwangi.

1. Jawatan Benculuk Banyuwangi merupakan sebuah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk pengelolaan Transportasi Kereta Api. Namun, saat ini wisata Jawatan sudah beralih fungsi sebagai tempat wisata. Jawatan Benculuk selain difungsikan sebagai tempat wisata juga difungsikan sebagai area resapan air dan penimbun kayu jati yang berkualitas yang dikelola oleh Perhutani Banyuwangi.

Tempat ini menawarkan pesona pemandangan yang bagus, sangat cocok untuk dijadikan tempat hunting foto maupun background pre-wedding dengan tema “Nature”. Saat yang tepat apabila ingin menikmati semilir angin yang sejuk dan panorama alam Jawatan adalah pada sore hari. Karena pada sore hari sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah-celah pepohonan menjadikan tempat ini tampak menakjubkan. Tak heran jika pada sore hari selalu dipenuhi pengunjung, baik hanya sekedar duduk duduk santai, bersepeda, dan berolahraga.

Selain menawarkan panorama alam, wisata Jawatan juga menawarkan berbagai wahana seperti, memancing, bakar ikan, dan aksi menantang arum jeram. Apabila ingin menikmati wahana ini wisatawan harus membayar biaya tambahan, dan biaya tersebut sangat terjangkau.

2. Waduk Bajulmati Waduk seperti juga bendungan sekarang tidak hanya sebatas penampung air untuk irigasi atau pembangkit tenaga listrik. Fungsinya sudah berkembang menjadi lokasi wisata yang potensial dan menjadi andalan suatu daerah. Semisal Waduk Sermo di Kulon Progo, Waduk Wonorejo di Tulung Agung, atau Bendungan Sampean Baru di Bondowoso.

Tak mau kalah dengan daerah lain, Banyuwangi juga punya waduk raksasa yang gakkalah keren lo. Namanya Waduk Bajulmati yang terletak di Kecamatan Wongsorejo. Oya, Waduk Bajulmati ini bukan satu-satunya waduk di Banyuwangi. Masih ada waduk lainnya, yaitu Waduk Sidodadi di Kecamatan Glenmore. Jika Waduk Bajulmati berada di Banyuwangi utara, maka Waduk Sidodadi berada di Banyuwangi barat.

Waduk Bajulmati ini memiliki spot yang disebut-sebut sebagai kembarannya tempat wisata Wayag di Raja Empat. Jadi kalau Anda penasaran dengan keindahan Raja Empat, sekarang tidak usah jauh-jauh ke Papua, datang saja ke Banyuwangi. Waduk Bajulmati ini mulai dibangun pada tahun 2006 dan baru bisa diselesaikan pada 2015. Setelah dilakukan pengisian air, waduk Bajulmati dibuka untuk umum pada Juli 2016 lalu. Waduk Bajulmati memanfaatkan sumber mata air Sungai Bajulmati yang berhulu dari Gunung Ijen.Waduk Bajulmati ini sebenarnya terletak di sungai perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo. Akan tetapi, pintu masuk utamanya ada di sebelah utara waduk yang masuk wilayah Situbondo.

Waduk Bajulmati merupakan bendungan dengan tipe center core rock fill dam, memiliki luas113 hektar, bisa menampung 10 juta meter kubik air, diproyeksikan untuk mengaliri lahan pertanian seluas 1.800 hektar. Areal itu terbagi untuk Banyuwangi 1.400 hektare, sedangkan 400 hektare lainnya untuk Kabupaten Situbondo. Waduk ini juga menyediakan air baku untuk air bersih sebesar 110 liter/detik yang terdiri dari kebutuhan air bersih sebesar 50 liter/detik untuk 18 ribu KK, penyediaan air baku sebesar 60 liter/detik untuk pelabuhan dan industri.

Pembangunan waduk Bajulmati yang menelan dana Rp 422 miliar ini, mempunyai multi fungsi. Selain untuk irigasi, penyedia air baku, penahan banjir, juga pembangkit tenaga listrik yang berpotensi menghasilkan energi listrik mikro hidro 340 KW. Tak hanya itu, Waduk Bajulmati juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Bukan hal yang mengada-ada karena viewnya memang sangat indah, dengan latar belakang Kawah Ijen dan Gunung Baluran berikut kawasan hutan disekelilingnya. Salah satu daya tarik utama Waduk Bajulmati adalah spot berupa gundukan pulau-pulau kecil dikelilingi air terlihat seperti Wayag di Raja Ampat.

3. Lori Wisata Kalibaru 

Menikmati keindahan alam tak hanya bisa dilakukan dengan bermobil atau berjalan kaki saja. Di Banyuwangi, Anda bisa melakukannya sambil naik kereta api atau lori wisata! Lori wisata ini berangkat dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan PP. Sepanjang perjalanan Anda akan dibawa melintasi perkebunan kopi di ketinggian 400 meter  di Gunung Gumitir yang udaranya sejuk, dan juga berhenti sejenak di dalam terowongan kereta api yang gelap, di mana Anda bisa turun sejenak untuk berfoto-foto.

Satu lori memiliki kapasitas hingga 16 penumpang saja dengan harga per paket sekitar Rp1.200.000 saja atau kurang dari Rp100.000,- per orang. Waktu tempuh adalah sekitar 50 menit. Tak cuma bisa menikmati keindahan panorama alam dari atas kereta, Anda  pun bisa belajar tentang sejarah perkeretaapian. Untuk saat ini, kereta lori wisata hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja, namun jika ada yang memesan pada hari biasa tetap akan dilayani.

Dan itu adalah informasi tentang Wisata Banyuwangi Ala Backpacker, yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang liburan di Banyuwangi.