Wisata Banyuwangi Banyu Biru

Hi Brader and Sister,

Kali ini kita akan memberi informasi tentang Wisata Banyuwangi Banyu Biru, yang wajib di kunjungi jika Brader and Sister sedang berkunjung ke Banyuwangi.

1. Teluk Banyu Biru

Teluk Banyu Biru  – Obyek wisata laut ini tergolong masih belum banyak diketahui bahkan oleh masyarakat Banyuwangi sendiri. Maklum keberadaannya memang belum tergarap secara profesional, selain itu lokasinya cukup tersembunyi serta hanya bisa dijangkau melalui jalur laut, membuat keberadaan Teluk Banyu Biru kurang populer di kalangan traveller.

Teluk Banyu Biru berada di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, lokasinya di balik semenanjung Sembulungan dan masih termasuk di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Masyarakat sekitar menyebut teluk biru dengan sebutan Selanggrong. Meskipun surga bawah laut yang satu ini belum sepopuler seperti Teluk Hijau, Pulau Merah, Sukamade, Kawah ijen, dll namun keindahannya dijamin tidak kalah.

Berbeda dengan Teluk Hijau yang mempunyai keindahan pasir putih dan warna air lautnya yang kehijauan, sedangkan Teluk Biru keindahannya justru terletak di bawah laut dengan pemandangan  terumbu karangnya yang eksotis dan berbagai macam biota laut, sehingga Teluk Biru bisa menjadi alternatif snorkeling di Banyuwangi selain di Pulau Tabuhan, Bangsring maupun Pantai Bama di Baluran. Laut disini juga masih asri dan alami, terbukti dari warna lautnya yang biru jernih.  Itulah kenapa teluk ini dinamakan Teluk Biru atau Blue Bay.

Teluk Banyu biru merupakan kawasan Fishground (Areal tangkap ikan) nelayan di sekitar selat Bali. Akibat kurangnya informasi tentang kelestarian Laut, sejak tahun 80-90an sampai sekarang banyak nelayan melakukan penangkapan ikan dengan bom Ikan, potasium dan penangkapan ikan dengan jaring monofilament yang tidak pada tempatnya, sehingga mengakibatkan kerusakan yang luar biasa.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat dan tidak terjadi lagi pengeboman ikan, kawasan ini dilindungi oleh komunitas sekitar yang bernama Gemuruh (Gerakan Muncar Rumahku). Komunitas ini mempunyai beberapa kegiatan pelestarian lingkungan. Diantaranya adalah penanaman fish apartement, transplantasi terumbu karang, dan penanaman pohon mangrove yang bertujuan untuk menyelamatkan alam sekitar.

Di sini pengunjung dapat melakukan aktivitas diving, snorkeling, ski air, berenang, berkano maupun berperahu. Letak Banyu Biru yang berada di sebuah teluk membuat kita merasa nyaman untuk melakukan aktifitas snorkling, karena ombaknya tenang dan terumbu karang yang masih bagus. Aktivitas menjaring ikan atau memancing juga dapat dilakukan karena kawasan ini oleh para nelayan dikenal sebagai kantong ikan. Sementara di bagian tengah terdapat sungai (Sunglon) yang disampingnya terdapat tonjolan daratan yang sering disebut sebagai Legon. Di Legon ini perairannya relatif tenang dan dapat digunakan beristirahat di atas perahu tanpa takut goncangan ombak besar.

Untuk mencapai lokasi Teluk Biru satu-satunya akses melalui jalur laut. Pengunjung bisa menyewa perahu Katiran, perahu tradisional atau kapal boat dari pelabuhan Muncar dengan biaya sewa sekitar Rp 300ribu-Rp 500ribu. Dalam satu paket perjalanan menuju banyubiru biasanya sudah disediakan alat-alat Snorkling, Life Jaket, dan Kano.

Ombak di daerah muncar cukup besar dan lama perjalanan dari pelabuhan menuju Teluk Biru sekitar 2-3 jam, sehingga kalau mau datang sebaiknya di pagi hari sampai siang hari untuk menjaga keselamatan, karena kalau di sore hari para nelayan tidak mau mengantarkan dikarena ombaknya yang terlalu besar. Waktu terbaik pergi ke Teluk Biru adalah di Jam 2 dini hari sehinnga anda bisa menikmati sunrise di tengah laut.

Dan itu adalah informasi tentang Wisata Banyuwangi Banyu Biru, yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur ke Banyuwangi.