Wisata Banyuwangi Blimbing Sari

Hi Brader and Sister,

Kali ini kami akan memberi informasi tentang Wisata Banyuwangi Blimbing Sari, yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banyuwangi.

1. Pantai Cemara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berencana akan mengembangkan destinasi wisata baru yaitu Pantai Cemara di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Jaraknya hanya 3 kilometer dari pusat kota. Pantai Cemara adalah pantai dengan hutan cemara laut yang lebat dan menjadi tempat konservasi penyu. Sesuai namanya, pantai ini ditumbuhi ribuan pohon cemara udang di sepanjang bibir pantainya. Pantai ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantairejo yang didampingi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi.

“Pemkab Banyuwangi tahun ini juga mulai mencicil pembangunan infrastruktur penunjangnya, seperti akses jalan masuk, penataan lansekapnya, promosi, dan sebagainya. Saya sudah cek kemarin apa saja keperluannya. Secara bertahap kami kerjakan sampai tahun depan.

Melihat perkembangan vegetasi di Pantai Cemara tersebut, Bupati Anas mengatakan akan mengembangkan pantai tersebut menjadi salah satu hutan kota Banyuwangi. ”Memungkinkan sekali akan kita bentuk daerah pantai ini sebagai hutan kota. Ini akan menjadi wisata bahari yang hijau,” ujar Anas. Sementara itu Ketua KUB Pantairejo M. Muhyi mengatakan, terdapat 16.000 pohon cemara udang yang tumbuh di lahan seluas 9 hektare sepanjang 2,5 kilometer. “Awalnya kami menanam 18 ribu tapi yang hidup 16 ribu,” katanya.

Pantai tersebut juga menjadi pusat konservasi penyu. Di bawah pohon-pohon cemara, penyu mendarat untuk bertelur. Puncak intensitas masa bertelur penyu di sana berkisar antara bulan Maret hingga April. ”Saat ditemukan, telur-telur penyu itu nantinya akan dipindah ke tempat penangkaran,” kata Muhyi. KUB Pantairejo telah melepas ribuan ekor anak penyu sepanjang tahun 2015. ”Tahun lalu kami telah melepas 2.350 ekor anak penyu,” ujar Muhyi. Dengan intensitas pengunjung yang makin tinggi tiap pekannya, KUB mulai membagi area hutan tersebut menjadi dua zona. Selain zona umum yang bisa dimasuki pengunjung secara bebas, juga ada zona inti untuk memproteksi area tempat penyu bertelur. “Hanya pengunjung yang mendapat izin bisa masuk zona inti,” tegas Muhyi.

2. Pantai Blimbing Sari 

Sebagai daerah yang dikelilingi banyak pantai, Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Di sini banyak yang tempat yang menawarkan kuliner ikan laut dengan ragam menunya. Tapi berlibur di pantai sambil menikmati hangatnya ikan bakar, paling pas ya di Pantai Blimbingsari. Di Banyuwangi, Pantai Blimbingsari terkenal sebagai sentra makanan khas berbahan ikan. Disini terdapat banyak warung lesehan yang khusus menyediakan menu berbahan baku hasil laut yang diolah dengan cara dibakar.

Pantai Blimbingsari terletak di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Jaraknya hanya  sekitar 17 km dari pusat kota Banyuwangi, akses jalannya mudah dijangkau oleh kendaraan apapun dan masih satu jalur dengan Bandara Blimbingsari. Lokasi yang mudah dijangkau ini membuat Pantai Blimbingsari selalu menjadi pilihan berlibur di akhir pekan dan hari libur lain.  Awal mulanya Pantai Blimbingsari hanyalah tempat parkir perahu nelayan. Dalam perkembangannya mulai banyak pengunjung yang datang karena terpikat dengan pemandangan di sekitar pantai. Melihat pantai Blimbingsari yang mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan, masyarakat sekitar berinisiatif untuk membuka sentra ikan bakar.

Dengan semakin ramainya pengunjung di pantai Blimbingsari, Pemkab Banyuwangi pun mulai membangun infrastruktur penunjang dengan memperbaiki jalan menuju pantai Blimbingsari, membangun tanggul untuk menahan ombak, serta membuat infrastruktur lain sehingga para pengunjung merasa nyaman. Termasuk tempat parkir yang luas bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua maupun roda empat. Lokasinya yang dipinggir pantai ini, memudahkan penjual mendapatkan ikan laut yang masih segar. Sedangkan bagi penikmat ikan bakar, makan di warung lesehan di pinggir pantai sambil ditemani semilir angin laut dengan pemandangan pulau Bali di kejauhan, memberikan sensasi tersendiri yang tidak mudah dilupakan. Tak heran pada libur akhir pekan, Pantai Blimbingsari dipadati oleh wisatawan lokal maupun luar kota, sekedar ingin bersantai bersama keluarga sembari menikmati kelezatan ikan bakarnya. Imbasnya, warung-warung ikan bakar itupun kebanjiran rejeki. Sepertinya belum afdol ke Blimbingsari tanpa menyantap ikan bakarnya, apalagi harga yang dipatok relatif murah dan tersedia beragam hasil laut yang bisa dipilih. Jangan malu nego harga untuk mendapatkan harga yang lebih miring jika anda membawa rombongan besar.
Di sini kita bisa memilih sendiri ikan mentah yang disimpan di kotak ikan didepan setiap warung. Mulai kerapu, putihan, kakap, udang, cumi-cumi, rajungan, dll. Tentu saja ketersediaannya tergantung hasil tangkapan nelayan setemnpat dan musim ikan. Ikan-ikan tersebut dijual per kg karena mayoritas pengunjung datang dalam rombongan atau keluarga. Harga per kilonya berkisar Rp. 80 ribu sudah lengkap dengan nasi, sambel dan lalapan. Tapi bagi pengunjung yang datang sendiri atau berdua saja, masih bisa membelinya secara bijian. Satu hal yang berbeda dari media yang digunakan untuk membakar ikan di Pantai Blimbingsari, yaitu para pemilik warung tersebut tidak menggunakan arang, melainkan pecahan batok kelapa. Alasan utamanya adalah bila dibakar dengan batok kelapa maka tidak ada jelaga yang menempel pada ikan hasil bakarannya. Tentunya Anda tidak ingin berhenti hanya menikmati lezatnya ikan bakar Blimbingsari. Usai bersantap luangkan waktu untuk berkeliling melihat deretan kios penjual pernak-pernik dan oleh-oleh khas Banyuwangi. Jelajahi juga pantainya.
Dan itulah Wisata Banyuwangi Blimbing Sari yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banyuwangi.