Wisata Banyuwangi Yang Jarang Dikunjungi

Hi Brader and Sister,

Kali ini kita akan memberi informasi tentang destinasi Wisata Banyuwangi Yang Jarang Dikunjungi, yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berada di Banyuwangi.

1.  Kawan Agrowisata Kalibendo 

Suka minum teh atau kopi? Jangan cuma tahu minumnya aja, dong. Di Kalibendo, kamu bisa belajar cara berkebun dan membuat teh, kopi, serta cengkih langsung dari petaninya. Kopi robusta di sini kualitasnya nomor satu se-Indonesia lho. Kamu juga bisa coba sedapnya kopi luwak yang namanya sudah terkenal di mancanegara. Berada di kaki Gunung Ijen, kawasan wisata alam ini pas banget buat yang mau coba bersepeda mengelilingi perkebunan dan pedesaan tradisional.  Seperti diketahui, di lokasi Agro Wisata Kalibendo ini terdapat sungai yang jernih dengan arus yang cukup deras. Nantinya di tempat ini akan dibangun tempat-tempat mandi bagi para wisatawan yang habis turun dari Ijen.

Agro wisata perkebunan Kalibendo ini memiliki tiga pos yang akan dilalui. Pos pertama, wisatawan akan menuju ‘Pondok Robusta’ dengan menggunakan sepeda gunung. Jalan yang menanjak dan berkelok-kelok cukup memacu adrenalin Anda. Apalagi Anda juga akan melewati jalan tak beraspal yang licin di musim hujan seperti saat ini. Namun rasa lelah akan terbayarkan saat Anda tiba di pos pertama, Pondok Robusta. Anda akan disambut oleh sebuah pos yang berupa rumah adat Osing Banyuwangi, dan disuguhi kopi robusta kualitas nomor satu di Indonesia. Berbagai kudapan seperti kue cucur, singkong goreng dan pisang goreng bisa Anda nikmati, langsung dibikin oleh warga sekitar.

2. Pantai Pulau Merah 

menjadi surga bagi peselancar berkelas dunia maupun pemula.Lokasi aman untuk peselancar sebab di lokasi pantai pulau merah banyuwangi tidak banyak terdapat batu karang seperti di pantai pantai laut lepas lainnya.Pantai Pulau Merah hampir mirip dengab Pantai Kuta di Bali namun ombaknya lebih bergulung (hingga setinggi dua meter dan panjang 300 meter) dimana itu memungkinkan peselancar melakukan manuver dengan teknik tubes. Ombak di Pantai Pulau merah dipastikan bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir maupun  profesional karena memiliki ketingian rata-rata dua meter. Hal ini berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya lebih banyak dinikmati peselancar profesional.

Nama Pulau Merah sebelumnya bernama Pantai Ringin Pitu,sebab pergantian nama menjadi Pulau Merah didasari dua versi yaitu karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dan sebagian menyebutkan bahwa Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya (sekira 100 meter) itu dahulunya pernahmemancarkan cahaya merah sehingga warga sekitar memberi nama Pulau Merah.

Aktifitas yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke pantai pulau merah jelas yang utama adalah bermain selancar namun tak jarang lokasi pantai pulau merah dijadikan objek wisata keluarga di banyuwangi. Tak jarak di bukit yang berada di pantai terlihat sebuah olahraga paralayang.Jika berminat untuk berselancar di kawasan pantai pulau merah,anda bisa sewa papan selancar seharian penuh dengan harga Rp25.000,- hingga Rp50.000,-.

3. Taman Nasional Meru Betiri Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 580 km2, secara administratif  masuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Namanya diambil dari gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdlp dan Gunung Betiri (1.223 m).

Penyu merupakan satwa khas Meru Betiri. Di sini jenis penyu langka seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ditangkarkan di Pantai Sukamade, ujung timur Meru Betiri.Di sinilah wisatawan dapat menemukan berbagai tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan. Tak hanya tumbuhan, Anda dapat bertemu berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Kabarnya juga masih terdapat sisa-sisa harimau Jawa. Selain itu juga bisa disaksikan banteng, macan tutul, kijang, dan berbagai jenis monyet. Dari jenis burung terdapat burung merak, berbagai elang dan rangkong.

Jauh sebelum masa sekarang, kekayaan satwa dan hutan alam Meru Betiri ini lebih dahulu memikat hati Pemerintah Belanda. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Pertimbangannya agar ekosistem hutan dan kekayaan alam di dalam hutan seluas 58.000 hektar tersebut terjaga. Termasuk kekayaan yang menjadi harta karun zaman itu dan juga zaman-zaman sesudahnya.Kawasan ini dilestarikan dalam bentuk kawasan lindung sejak 1972. Hingga tahun 1979 telur penyu di Sukamade masih diburu oleh para pengumpulnya. Namun, sekarang pengumpulan, pemindahan anakan, dan penangkapan penyu dilarang keras, karena Penyu hijau termasuk satwa yang dilindungi.

Dan itu adalah informasi tentang Wisata Banyuwangi Yang Jarang Dikunjungi, yang wajib dikunjungi jika sedang berlibur ke Banyuwangi.