in

Wisata Pasar Terapung Banjarmasin

Hai Brader and Sister,

Kali ini kami akan memberi informasi tentang Wisata Pasar Terapung Banjarmasin yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banjarmasin.

1. Pasar Terapung Muara Kuin 

Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin sendiri adalah sebuah pasar terapung tradisional yang lokasinya berada di atas aliran sungai Barito daerah sekitar muara sungai Kuin, Kota Banjarmasin – Kalsel. Para pedagang & pembeli memakai jukung, sebutan untuk perahu dalam bahasa Banjar. Pasar tersebut di mulai setelah salat Subuh hingga selepas pukul 9 pagi.  Keistimewaan dari pasar tersebut adalah masih seringnya terjadi transaksi secara barter antar para pedagangnya dengan berperahu yang dalam bahasa Banjar sendiri disebut bapanduk. Dan para pedagang wanita (dukuh) yang memakai perahu akan menjual hasil produksinya sendiri, sedangkan bagi tangan kedua membelinya dari para dukuh untuk dapat dijual kembali disebut dengan panyambangan.

Banjarmasin sendiri sebagai ibu kota propinsi merupakan pusat perdagangan & pariwisata. Kota Banjarmasin ini mendapat julukan Kota Air karena letak dari daratannya memang beberapa senti meter berada di bawah permukaan air laut. Wilayah Kota Banjarmasin mempunyai luas sekitar 72 km persegi ataupun sekitar 0,22 persen saja luas wilayah Kalimantan Selatan. Kota tersebut dibelah oleh aliran sungai Martapura yang memberikan ciri khas tersendiri pada kehidupan masyarakatnya, utamanya pemanfaatan sungai yang jadi sarana transportasi air, perdagangan & pariwisata. Selain pasar terapung yang ada di Muara Kuin Banjarmasin, ada pasar terapung lainnya yang bisa di temui oleh Anda, seperti di Lok Baintan yang berada di bagian atas Sungai Martapura.

 Pada tahun 1526 silam Sultan Suriansyah mendirikan sebuah kerajaan di tepi sungai Kuin & Barito yang kemudian jadi cikal bakal dari kota Banjarmasin. Di bagian tepian sungai inilah awalnya banyak berlangsung pusat perdagangan tradisional yang berkembang. Pedagangnya memakai perahu kecil yang berbahan kayu. Para pedagang tersebut kebanyakan merupakan perempuan yang memakai pakaian tanggui & caping lebar khas Banjar yang dibuat dari daun rumbia.

Keunikan kuliner yang ada di pasar terapung ini selain para pedagang sayuran & buah buahan yang menjual berbagai barang dagangannya dengan jukung, juga ada warung makan yang terapung juga. Salah satu kuliner favorit adalah soto Banjar, ini merupakan makanan khas asal Banjarmasin yang makannya tidak memakai nasi melainkan dengan memakai lontong. Nikmatilah soto banjar hangat ini di atas warung perahu sambil melihat hilir mudiknya kapal & perahu. Soto Banjar sendiri selain menggunakan lontong & kuah juga dilengkapi irisan-irisan dari daging ayam & bihun serta tentunya es teh manisnya.

Di Kota Banjarmasin sendiri tepatnya di sepanjang Jl A. Yani Km 14, bisa Anda coba cicipi kuliner khas seperti soto banjar, ada ketupat kandangan, kelelepon martapura dan ada juga nasi itik gambut. Nasi itik gambut tersebut punya cita rasa sendiri yang begitu lembut. Bahan-bahan yang dipakai adalah bahan & bumbu kualitas nomor satu. Nasi bebek gambut tersebut dapat cukup mudah ditemui dari Bandara Syamsudin Noor menuju ke Gambut.

Di pagi hari sekitar Banjarmasin banyak dijual makanan berupa nasi kuning dengan menu bervariatif mulai dari 2 ribu hingga 5 ribu rupiah tergantung dari lauknya. Nasi kuning tersebut biasanya dijual di dalam bungkusan berbahan daun pisang, lauknya juga bervariasi, mulai dari Ikan gabus, telur, hati, ayam, daing sapi sampai itik, dimasaknya dengan masak merah atau dinamakan masak habang.

Jelas tema berwisata di sini tentunya berbelanja & menyaksikan suasana tradisional berdagang. Ada berbagai barang dagangan yang bisa Anda beli di sini. Salah satunya yang bisa Anda beli adalah kain sasirangan yang jadi kerajinan khas Kalimantan Selatan. Kain sasirangan tersebut dulunya dipakai sebagai ikat kepala (laung), dan juga sebagai sabuk yang digunakan lelaki ataupun sebagai selendang, sebagai kerudung, juga udat (kemben) para wanita. Kain tersebut juga sebagai pakaian adat pada berbagai upacara adat, bahkan sering digunakan untuk pengobatan orang sakit.

2. Pasar Terapung Lok Baintan 

Pasar Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung Sungai Martapura adalah sebuah pasar terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, Banjar. Secara umum, Pasar Terapung Lok Baintan tak beda dengan Pasar Terapung di muara Sungai Kuin/Sungai Barito. Keduanya sama-sama pasar tradisional di atas jukung yang menjual beragam dagangan, seperti hasil produksi pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama sekitar tiga hingga empat jam. Pasar terapung ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar.

Di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura Lokbaintan terlihat konvoi perahu menuju lokasi pasar terapung. Perahu ini milik pedagang dan petani yang akan memasarkan hasil kebun mereka. Mereka berasal dari berbagai anak Sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.

Untuk menuju pasar terapung Lok Baintan dari pusat kota bisa ditempuh dengan dua alternatif. Alternatif pertama menyusuri sungai Martapura dengan menggunakan klotok, sejenis sampan bermesin. Dengan klotok, perjalanan dari pusat kota menuju pasar terapung terbilang cepat karena membutuhkan waktu 30 menit. Alternatif kedua dengan menggunakan kendaraan darat seperti mobil. Namun, untuk alternatif kedua membutuhkan waktu lebih panjang yakni satu jam untuk mencapai pasar terapung. Hal itu disebabkan medan perjalanan yang cenderung berat dan berliku-liku. Aktivitas perdagangan dimulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 09.30 WITA.Pedagangnya didominasi perempuan dengan memakai tutup kepala (tanggui). Mereka menjual berbagai dagangan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, kue-kue tradisional, dan lain-lain. Di pasar terapung ini masih berlaku sistem barter, dan uang bukan merupakan alat transaksi utama di pasar terapung ini.

Umumnya, dagangan yang akan dibarter adalah hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan. Besaran dan keberimbangan jumlah hasil barter tergantung kesepakatan antarkedua belah pihak. Jika sepakat, maka masing-masing akan mendapatkan barang sesuai keinginan dan selanjutnya digunakan untuk keperluan pribadi di rumah.

Dan itu adalah informasi tentang Wisata Pasar Terapung Banjarmasin yang wajib Brader and Sister kunjungi jika sedang berlibur di Banjarmasin.

Wisata Di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Wisata Alam Yang Ada Di Banjarmasin