Banyak pemilik website yang sudah susah payah membuat tampilan websitenya bagus, kontennya lengkap, tapi lupa satu hal penting: tidak ada cara bagi pengunjung untuk menghubungi mereka atau melakukan pemesanan secara langsung.
Akibatnya? Calon pelanggan bingung harus menghubungi ke mana. Akhirnya mereka pergi dan tidak pernah kembali.
Formulir kontak dan formulir pemesanan adalah dua elemen yang wajib ada di website bisnis manapun. Dengan formulir yang tepat, pengunjung bisa langsung berinteraksi dengan Anda tanpa perlu keluar dari halaman website.
Di artikel ini, Anda akan belajar cara membuat formulir kontak dan pemesanan di website secara praktis, mulai dari konsep dasar sampai langkah teknisnya.
Apa Itu Formulir Kontak dan Formulir Pemesanan
Sebelum masuk ke teknisnya, penting untuk memahami perbedaan keduanya agar Anda tidak salah dalam menggunakannya.
Formulir kontak adalah form sederhana yang memungkinkan pengunjung mengirimkan pesan kepada pemilik website. Biasanya berisi kolom nama, email, nomor telepon, dan pesan.
Formulir pemesanan adalah form yang lebih lengkap, dirancang khusus untuk memproses transaksi atau permintaan produk dan layanan. Bisa berisi pilihan produk, jumlah, jadwal, alamat pengiriman, dan informasi pembayaran.
Kapan menggunakan masing-masing:
- Formulir kontak: untuk website portofolio, landing page jasa, atau halaman “Hubungi Kami”
- Formulir pemesanan: untuk website toko online, jasa catering, rental, atau layanan berbasis jadwal
- Keduanya sekaligus: untuk website bisnis yang ingin memberi fleksibilitas kepada pelanggan
Mengapa Formulir Ini Penting untuk Bisnis Online Anda
Banyak pemilik bisnis berpikir cukup menampilkan nomor WhatsApp di website. Padahal, formulir memiliki keunggulan yang tidak bisa digantikan begitu saja.
Pertama, formulir bekerja 24 jam tanpa perlu Anda online. Pengunjung bisa mengisi form kapan saja, termasuk tengah malam, dan pesanan atau pesan mereka langsung masuk ke email Anda.
Kedua, formulir membantu Anda mendapatkan informasi yang terstruktur. Daripada harus bolak-balik tanya-jawab di WhatsApp hanya untuk mengetahui nama, alamat, dan detail pemesanan, formulir bisa mengumpulkan semua informasi sekaligus dalam satu langkah.
Ketiga, formulir meningkatkan kepercayaan pengunjung. Website yang memiliki formulir terkesan lebih profesional dibanding yang hanya menampilkan nomor HP.
Manfaat nyata yang akan Anda rasakan:
- Leads dan pesanan masuk secara otomatis ke email
- Data pelanggan tersimpan rapi dan mudah dikelola
- Mengurangi beban komunikasi manual yang berulang
- Meningkatkan konversi dari pengunjung menjadi pelanggan
- Website terlihat lebih profesional dan terpercaya
Belajar Membuat Website: Memahami Dua Jenis Platform Website
Sebelum membuat formulir, Anda perlu tahu bahwa cara membuat formulir berbeda tergantung platform website yang Anda gunakan. Inilah mengapa belajar membuat website dari dasarnya sangat penting.
Ada dua jenis platform website yang paling banyak digunakan:
Platform berbasis CMS seperti WordPress adalah pilihan paling populer. WordPress menggunakan sistem plugin sehingga Anda bisa menambahkan formulir hanya dengan beberapa klik tanpa perlu coding sama sekali. Lebih dari 43% website di seluruh dunia menggunakan WordPress.
Platform website builder seperti Wix, Squarespace, atau Shopify sudah menyediakan fitur drag-and-drop yang memudahkan pembuatan formulir. Cocok untuk pemula yang ingin hasil cepat tanpa menyentuh kode sama sekali.
Jika Anda masih bingung memilih platform yang tepat untuk kebutuhan bisnis Anda, PanduanBelajar.com menyediakan panduan lengkap yang membahas perbandingan platform-platform ini secara mendalam dengan bahasa yang mudah dipahami pemula.
Cara Membuat Formulir Kontak di WordPress
WordPress adalah platform paling umum digunakan, jadi kita mulai dari sini. Plugin yang paling populer dan mudah digunakan adalah Contact Form 7 yang gratis dan WPForms yang tersedia versi gratis maupun premium.
Langkah menggunakan Contact Form 7:
- Login ke dashboard WordPress Anda
- Masuk ke menu Plugins, lalu klik Add New
- Ketik “Contact Form 7” di kolom pencarian
- Klik Install Now, kemudian klik Activate
- Setelah aktif, klik menu Contact di sidebar kiri
- Anda akan menemukan form default yang sudah siap digunakan
- Klik Edit untuk menyesuaikan kolom-kolomnya
- Setelah selesai, salin shortcode yang muncul di bagian atas halaman edit
- Tempelkan shortcode tersebut di halaman atau postingan mana saja yang ingin Anda tampilkan formulirnya
Kolom yang sebaiknya ada di formulir kontak:
- Nama lengkap
- Alamat email
- Nomor telepon atau WhatsApp
- Subjek pesan
- Isi pesan
- Tombol kirim yang jelas dan mencolok
Cara Membuat Formulir Pemesanan yang Efektif
Formulir pemesanan membutuhkan sedikit lebih banyak perhatian karena berkaitan langsung dengan transaksi bisnis. Kesalahan kecil dalam desain form bisa membuat calon pelanggan membatalkan niat mereka untuk memesan.
Untuk WordPress, plugin yang direkomendasikan adalah WPForms (versi Lite sudah cukup untuk kebutuhan dasar) atau Gravity Forms untuk kebutuhan yang lebih kompleks.
Langkah membuat formulir pemesanan dengan WPForms:
- Install dan aktifkan plugin WPForms dari menu Plugins
- Klik WPForms di sidebar, lalu klik Add New
- Pilih template “Order Form” yang sudah tersedia
- Sesuaikan kolom sesuai produk atau layanan Anda
- Tambahkan kolom pilihan produk menggunakan field Dropdown atau Checkbox
- Tambahkan kolom tanggal jika bisnis Anda berbasis jadwal
- Aktifkan notifikasi email agar setiap pesanan masuk langsung terkirim ke inbox Anda
- Simpan dan publish form, lalu tempelkan di halaman pemesanan
Elemen penting yang harus ada di formulir pemesanan:
- Nama pemesan dan informasi kontak
- Detail produk atau layanan yang dipesan
- Jumlah atau varian yang dipilih
- Tanggal atau jadwal (jika relevan)
- Alamat pengiriman (jika ada pengiriman fisik)
- Metode pembayaran yang tersedia
- Kolom catatan tambahan
- Konfirmasi atau ringkasan pesanan sebelum submit
Belajar Membuat Website: Optimasi Formulir agar Lebih Banyak yang Mengisi
Membuat formulir itu mudah. Tapi membuat formulir yang benar-benar diisi oleh pengunjung adalah seni tersendiri. Di sinilah pentingnya belajar membuat website bukan sekadar dari sisi teknis, tapi juga dari sisi pengalaman pengguna atau user experience.
Tips agar formulir Anda menghasilkan lebih banyak respon:
- Jangan buat formulir terlalu panjang. Semakin banyak kolom, semakin besar kemungkinan pengunjung malas mengisi. Untuk formulir kontak, cukup 4 hingga 5 kolom saja
- Gunakan label yang jelas di setiap kolom agar pengunjung tahu persis apa yang harus diisi
- Tambahkan placeholder text sebagai contoh pengisian, misalnya “Contoh: [email protected]” di kolom email
- Pastikan formulir mobile-friendly karena sebagian besar pengunjung mengakses website dari smartphone
- Tampilkan pesan konfirmasi setelah form berhasil dikirim agar pengunjung yakin pesannya sudah terkirim
- Gunakan tombol CTA yang spesifik seperti “Kirim Pesan Sekarang” atau “Pesan Sekarang” daripada hanya “Submit”
Saat pertama kali saya membantu sebuah UMKM memasang formulir pemesanan di website mereka, formulir pertamanya memiliki 12 kolom. Hasilnya? Hampir tidak ada yang mengisi sampai selesai. Setelah disederhanakan menjadi 6 kolom yang benar-benar penting, tingkat pengisian naik drastis lebih dari 60% hanya dalam dua minggu.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak pemula yang sudah berhasil memasang formulir, tapi kemudian tidak mendapatkan hasil karena melakukan kesalahan-kesalahan berikut:
- Tidak mengatur notifikasi email sehingga pesanan atau pesan masuk tidak pernah terbaca
- Tidak melakukan pengujian form setelah dipasang, padahal bisa saja ada error atau pesan tidak terkirim
- Menggunakan hosting murah yang memblokir fungsi pengiriman email sehingga form tidak bekerja dengan baik
- Tidak memasang CAPTCHA atau proteksi spam sehingga inbox penuh dengan pesan bot
- Meletakkan formulir di halaman yang sulit ditemukan pengunjung
Untuk masalah email yang tidak terkirim, solusinya adalah menggunakan layanan SMTP seperti WP Mail SMTP (tersedia gratis di direktori plugin WordPress). Ini akan memastikan setiap pesan dari formulir terkirim dengan andal ke email Anda.
Cara Memeriksa Apakah Formulir Anda Berfungsi dengan Baik
Setelah formulir selesai dipasang, jangan langsung biarkan begitu saja. Lakukan pengecekan rutin agar formulir selalu berfungsi optimal.
Checklist setelah memasang formulir:
- Isi formulir sendiri menggunakan email berbeda dan periksa apakah notifikasi masuk
- Cek tampilan di perangkat mobile untuk memastikan semua kolom terlihat dan bisa diisi dengan nyaman
- Pastikan tombol submit bekerja dan muncul pesan konfirmasi setelah pengisian
- Cek folder spam di email Anda, kadang notifikasi form masuk ke sana
- Lakukan pengecekan ulang setiap kali Anda memperbarui plugin atau tema website
